Sabtu, 27 Desember 2008

Akhlak terhadap Allah

Sekitar 2 minggu yang lalu, waktu saya dengar khutbah shalat jum'at dilobi teknik, yang isinya mengenai akhlak, akhlak itu terdiri dari akhlak terhadap Allah swt, orang tua, sesama manusia, dan alam semesta (hewan, tumbuhan dan sekitar kita) satu hal yang menarik dan masih terbenak di hati saya adalah ketika bagaimana ketika kita berakhlak kepada Allah, yang kaitannya dalam hal ritual beribadah. Etika ketika kita beribadah kita sebagai manusia masih sangat kurang, buktinya. Ketika shalat bagaiman cara berpakaian dan kondisi badan kita, seringkali kita mungkin kita beribadah dengan pakaian atau kondisi apa adanya, seolah-olah kita menghadap kepada sesuatu yang bukan apa-apa. Tetapi menjadi menarik dengan apa yang terjadi pekan lalu disekitar kehidupan saya, sederhana memang tapi menurut saya tidak se simple apa yang dilihat.Hal yang menarik yang terjadi sepekan lalu, adalah ketika saya dan teman-teman saya yang akan sidang atau seminar, dengan segala persiapan disamping materi ketika itu juga dipersiapkan se"pol" mungkin untuk penampilan. Berpikir dan bersiap bagaimana caranya dihadapan penguji tampil maksimal dan rapih. Mungkin ini adalah salah satu bentuk etika kepada sesama, mungkin bentuk penghormatan atras keberadaan orang lain, dosen maksudnya. Hal demikian bukanlah kesalahan apalagi hal yang hina. Tapi coba kita berpikir, sudahkah hal yang demikian kita lakukan ketika kita beribadah, katakan waktu shalat. Sepertinya sudah menjadi aneh ketika ada seseorang dengan pakaian rapih,baru, spesial dan wangi, ketika ingin berangkat ke mesjid. Pertanyaan yang muncul disekitar orang tersebut adalah "mau kemana lo rapih betu ?l" ketika menjawab mau shalat, ada ekspresi yang berbeda kalau kita menjawab pergi ke pesta.

Tidak ada komentar: